Amazing Co. (my brand clothing) present Launching E.P album Peploop Bumper

January 18, 2012 on 12:09 pm | In Artikel | 1 Comment

405707_10150584283056639_244385216638_10639074_2018248410_n

tanggal : 27 Januari 2012
  • Waktu
    16:00 sampai 22:00
Tempat
Gedung PLN Kalibokor, Ngagel Surabaya

Special perform :
ZOMBIES DAYLIGHT | BLOCKADE | NEVER ENDING STORY | THEFLINSTONE | AMONRA | FRAUD | VINILY | VIOLENCE SOVIA | HALAMAN 16 | MYFRIENDS SUPERSTAR | NONANOSKINS | FULL FRONTAL | FREE BALL | LOST IDOL | KICK MY ASS|

Open Gate : 04.00 p.m until end-

HTM : 15.000 + CD E.P “Hang is Over”

supporting by :
ONSTERFELIJK, CIRCLE PICTURE, FRIENDS FAMILY SYNDICATE (FFS), CIRCLE PICTURE, NERVY (Bali), JACKY LOPE, EARWEAKS, ENVY, MORPHLING STORE, DIAMOND (Bali), DEAD END, DLOOPS, REXMAN, AMAZING, LAST ONE WARDROBE, CRASNOCKS, ALMOST, TAFFY, FABLE, KIZZI, UP RISE APAREL, TEXAS, INCEPTION, many more..

keep respect & support :)
thx you ありがとう Terima kasih ^_^


soal dan jawaban bab 17

December 9, 2011 on 12:50 pm | In Soal dan jawaban | 1 Comment

1.  Apakah persamaan dari akuntansi dasar ?

Jawab : Persamaan akuntansi dasar adalah kewajiban + ekuitas pemilik;hal ini merupakan dasar bagi neraca.


2.  Sebutkan tiga laporan keuangan inti dari sebuah bisnis ?

Jawab : Neraca

Laporan laba Rugi

Laporan Arus Kas

3. Apa yang dimaksud dengan Asset tetap?

Jawab : Adalah asset jangka panjang yang relative permanen seperti tanah, gedung, dan peralatan, mengacu pada neraca sebagai property, pabrik, dan peralatan.

4. Apa yang dimaksud dengan dengan siklus akuntansi?

Jawab :

Siklus akuntansi adalah enam langkah prosedur yang timbul di dalam penyusunan dan analisis laporan keunangan utama.

5. Apa yang dimaksud dengan jurnal?

Jawab :

Jurnal adalah buku pencatatan atau program komputer berisi data akuntansi pertama kali dimasukkan.

6. Apa yang dimaksud dengan pembukuan ganda?

Jawab :

Konsep pencatatan setiap bisnis transaksi dalam dua tempat.

7. Sebutkan langkah-langkah siklus akuntansi!

Jawab :

a. Menganalisis dokumen sumber

b. Mencatat transaksi dalam jurnal

c. Memindahkan 9posting) jurnal ke dalam buku besar

d. Membuat neraca saldo

e. Menyusun laporan keuangan

f. Menganalisis laporan keuangan

8. Apa yang dimaksud dengan laporan keuangan?

Jawab :

Laporan keuangan adalah rangkuman seluruh transaksi yang terjadi selama periode tertentu.

9. Sebutkan laporan keuangan inti dari sebuah bisnis!

Jawab :

a. Neraca

b. Laporan laba rugi

c. Laporan arus kas

10. Apa yang dimaksud dengan aset?

Jawab :

Aset adalah sumber daya ekonomis yang dimiliki perusahaan

Article of definition tax accounting

December 8, 2011 on 6:29 pm | In Artikel | 3 Comments

tax forms

tax accounting is accounting for tax purposes. In the United States, tax accounting is governed by the Internal Revenue Code. The basic rules and regulations of tax accounting are dictated by Section 446 of the IRC. The main principles of Section 446 in the IRC stress consistency in tax accounting, mentioning applied financial accounting to come up with the appropriate method. Taxpayers must determine their tax-accounting technique by using their financial accounting technique as a point of reference.

  1. Identification

    • Tax accounting is very similar to traditional accounting. In accounting, the system is designed so that data that outsiders and managers can use for important decision-making is provided. The information that is provided is used for a lot of different purposes, such as providing information for company tax returns and creating operating documents.

    Considerations

    • If a taxpayer is considering changing to a different tax-accounting method, Section 446 states that the taxpayer must seek the permission of the secretary of the U.S. Treasury. There are two different types of changes. One change is derived from a series of other common changes, each of which comes about automatically — the taxpayer must fill out a form initially. The other type of change is one in which you must get a letter of approval from the Treasury secretary.

    Types

    • There are various types of tax-accounting techniques. Section 446 in the IRC lists acceptable methods of tax accounting techniques, including the traditional cash and accrual methods as well as other more non-traditional approaches. They must all be approved by the Internal Revenue Service.

    Significance

    • Some significant parts of tax accounting include knowing how to formulate tax strategies, understanding tax deferral, knowing when to expense terms, being able to prepare personal income tax statements and knowing how to treat acquisitions or mergers.

    Function

    • The functions of tax accounting are considering the consequences and implications of each and every transaction inside of a company. The transactions must be recorded strictly according to the present IRS, state and local laws. The basic tax-accounting functions include amending, preparing and filing corporate and required tax returns on local, state and federal tiers. It involves various sectors including income, royalties, franchise and sales.

Bab 17 “Memahami informasi keuangan dan akuntansi”

December 8, 2011 on 6:16 pm | In Ulasan topik pengantar bisnis | 1 Comment

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah.

Sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan suatu kerangka pengkordinasian sumber daya (data, meterials, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

2. Gelinas, Orams, dan Wiggins (1997)

Mendefinisikan sistem informasi akuntansi (SIA) sebagai subsistem khusus dari sistem informasi manajemen yang tujuannya adalah menghimpun, memproses dan melaporkan informsi yang berkaitan dengan transaksi keuangan.

Persamaan akuntansi dasar merupakan dasar dari neraca. Rumusnya adalah

Asset = Kewajiban + Ekuitas pemilik

Neraca adalah laporan keuangan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada waktu tertentu, terdiri atas tiga akun yaitu asset, kewajiban, dan ekuitas pemilik. Asset adalah sumber daya ekonomis yang dimiliki perusahaan, mencakup barang-barang yang produktif, berwujud yang membantu menghasilkan pendapatan, dan juga asset yang tak berwujud yang bernilai. Kewajiban adalah apa yang merupakan utang bisnis kepada pihak lain

Kategori asset :

1. Asset lancer

Adalah barang yang dapat atau akan dikonversi menjadi kaas dalam kurun waktu satu tahun, mencakup kas, piutang usaha, dan persediaan

2. Asset tetap

Adalah asset jangka panjang yang relative permanen seperti tanah, gedung, dan peralatan, mengacu pada neraca sebagai property, pabrik, dan peralatan

3. Asset tak berwujud

Adalah asset jangka panjang yang tidak memiliki bentuk fisik, tetapi memiliki nilai seperti paten, merek dagang, hak cipta, dan goodwill

Kewajiban mengacu pada seberapa cepat suatu asset dapat dikonversi menjadi kas. Piutang adalah jumlah uang yang berutang pada perusahaan yang diharapkan akan dilunasi dalam kurun waktu satu tahun, dan termasuk asset kewajiban. Kategori kewajiban :

1.    Kewajiban lancar

Adalah utang yang jatuh tempo dalam kurun waktu satu tahun atau kurang

2.    Kewajiban jangka panjang

Adalah utang yang tidak akan jatuh tempo dalam kurun waktu satu tahun atau kurang

Akun kewajiban :

1. Utang usaha

Adalah kewajiban lancer yang melibatkan pinjaman uang ke pihak lain untuk barang dan jasa yang dibeli secara kredit, tetapi belum dilunasi

2. Wesel bayar

Adalah kewajiban jangka pendek atau jangka panjang dimana suatu bisnis berjanji melunasinya pada tanggal tertentu

3. Utang obligasi

Adalah kewajiban jangka panjang yang mencerminkan uang yang dipinjamkan ke perusahaan yang harus dilunasi kembali

Ekuitas pemilik adalah jumlah asset bisnis yang dimiliki pemilik dikurangi setiap kewajiban yang dimiliki suatu bisnis. Saldo laba adalah akuntansi laba dari operasional perusahaan yang menguntungkan yang dipertahankan didalam bisnis dan tidak dibayarkan kepada pemegang saham pada proses pembagian laba perusahaan

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menunjukkan laba perusahaan setelah biaya, beban, dan pajak, laporan ini meringkas semua sumber daya yang masuk ke perusahaan, semua sumber daya yang digunakan, dan hasil laba bersih. Laba bersih dan laba kotor adalah pendapatan yang tersisa setelah semua biaya, beban, dan pajak dibayarkan. Laporan laba rugi menunjukkan operasional keuangan perusahaan selam jangka waktu tertentu, serta menunjukkan akar dari sebuah perusahaan

Pendapatan adalah nilai yang diperoleh perusahaan untuk barang yang terjual, jasa yang disediakan, dan sumber keuangan lainnya. Penjualan kotor mengacu pada total seluruh penjualan yang dilakukan perusahaan, sedangkan penjualan bersih adalah penjualan kotor dikurangi pengembalian, diskon, dan potongan penjualan

Harga penjualan atau produksi pokok adalah suatu ukuran biaya menjual barang atau biaya bahan baku dan pasokan yang digunakan untuk memproduksi barang untuk dijual kembali. Laba kotor adalah seberapa besar yang diperoleh suatu perusahaan dengan membeli dan menjual barang

Beban operasional adalah biaya-biaya yang terlibat didalam operasional suatu bisnis, mencakup sewa, gaji, pasokan, utilitas, dan asuransi. Penyusutan adalah penghapusan sistematis biaya asset berwujud terhadap perkiraan masa manfaatnya. Kategori beban :

1. Beban penjualan

Adalah beban yang terkait dengan pemasaran dan pendistribusian barang atau jasa perusahaan seperti gaji untuk tenaga penjual, iklan, dan pasokan

2. Beban umum

Adalah beban administrative perusahaan seperti gaji karyawan kantor, penyusutan, sewa, asuransi

Arus kas yaitu selisih antara kas masuk dan kas keluar dari sebuah bisnis. Laporan arus kas memiliki tiga aktivitas utama, yaitu :

1.    Operasional

Adalah transaksi kas terkait dengan proses menjalankan bisnis

2.    Investasi

Adalah kas yang digunakan untuk atau dipeorleh dari aktivitas investasi perusahaan

3.    Pendanaan

Adalah kas yang diperoleh dari penerbitan utang atau modal ekuitas baru atau kas yang digunakan untuk membayar beban usaha, utang masa lalu, atau dividen perusahaan

Analisis rasio adalah penilaian kondisi dan kinerja keuangan perusahaan melalui penghitungan dan penginterpretasian rasio keuangan yang dikembangkan dari laporan keuangan perusahaan. Rasio keuagan menyediakan pemahaman inti mengenai bagaimana suatu perusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain didalam industrinya dalam area-area likuiditas penting, utang, profitabilitas, dan keseluruhan aktivitas bisnis. Tipe penting rasio :

1.    Rasio likuiditas ; mengukur kemampuan perusahaan untuk mengubah asset menjadi kas untuk melunasi utang jangka pendeknya. Rasio lancar adalah rasio asset lancer perusahaan terhadap kewajiban lancarnya

2.    Rasio hutang : mengukur tingkat sebuah perusahaan mengandalkan  dana pinjaman dalam operasionalnya

3.    Rasio profitabilitas : mengukur seberapa efektif sebuah perusahaan menggunakan berbagai sumber dayanya untuk menghasilkan laba. Rasio laba per saham mengukur jumlah laba yang diperoleh perusahaan untuksetiap saham biasa yang beredar, namun rasio tersebut juga memperhitungkan opsi saham, waran, saham pferen, dan surat utang konversi yang dapat dikonversikan menjadi saham biasa. Risiko adalah variable pasar yang menjadi perhatian investor. Semakin risiko yang ada didalam suatu industri, semakin tinggi tingkat pengembalian yang diharapkan investor atas investasi mereka

4.    Rasio aktivitas : mengukur efektivitas manajemen perusahaan dalam memanfaatkan asset-aset yang tersedia. Rasio perputaran persediaan mengukur kecepatan pergerakan persediaan melalui perusahaan dan perubahannya menjadi penjualan. Semakin efisien suatu perusahaan mengelola persediaannya, semakin tinggi tingkat pengembalian

Manfaat akuntansi (Laporan Keuangan)

1. Pihak Intern / Manajemen Perusahaan

Adalah para manajer untuk tugas perencanaan, kegiatan perusahaan.

Tingkatan Manajemen Perusahaan :

3.1. Manajer tingkat atas (top manajer),

perencanaan untuk tujuan jangka panjang, strategi dan kebijaksanaan.

3.2. Manajer tingkat menengah (Middle manager),

pengembangan kebijakan dan strategi yang ditetapkan top manajer.

3.3. Manajer tingkat Bawah,

Pelaksanaan yang meliputi supervisor, mandor

2. Pihak Eksternal

3.1. Pemilik : Memprediksi laba dan perkembangan perusahaan

3.2. Kreditor : Analisa Kredit

3.3. Pemasok : Analisa pembayaran atas tagihan, misal : Asuransi

3.4. Investor : Analisa penanaman modal

3.5. Karyawan : Kesejahteraan atas upah dan tunjangan lain

3.6. Pemerintah : Kepentingan penetapan pajak, penyusunan statistik pendapatan nasional.

3. Macam-macam Bidang Sesialisasi Akuntansi

3.1. Akuntansi Manajemen (Manajemen Accounting)

Akuntansi manajemen mempunyai tiga fungsi yakni bagi pihak internal :

a. Fungsi Pencatatan

Misal : Omzet penjualan, permintaan Pasar

b. Fungsi Evaluasi Prestasi

Misal : Pemberian komisi, bonus

c. Fungsi Pengambilan Keputusan

Misal : Penambahan volume produksi, penjualan saham, penerbitan obligasi.

3.2. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)

Berdasarkan prinsip-prinsip yang diterima umum (generally accepted accounting principtes), menitikberatkan laporan keuangan untuk pihak-pihak eksternal.

3.3. Akuntansi Biaya (Cost Accounting )

Membahas penetapan biaya produksi

3.4. Akuntansi Pajak (Tax Accounting)

Membahas masalah perhitungan dan pelaporan pajak, juga peraturan – peraturan perpajakan.

3.5. Akuntansi Aggaran (Budgeting)

Menitik beratkan pada cara menyajikan rencana operasi keuangan perusahaan dan menyampaikan data perbandingan antara data yang sebenarnya dengan anggaran yang ditetapkan.

3.6. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)

Membahas masalah pemeriksaan atau catatan-catatan akuntansi secara bebas berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum menurut ketentuan-ketentuan yang termuat dalam standar profesi public (SPAP)

3.7. Akuntansi Pemerintahan (Govermental Accounting)

Sering disebut akuntansi dana (Fund Accounting) bidang akuntansi yang membahas penerapan akuntansi yang dikelola pemerintah, yakni tugas akuntan pemerintah :

- Mengawasi dan melaporkan APBN dan APBD

3.8. Sistem Akuntansi (Accounting System)

Bidang ini membahas berbagai rancang bangun (design) prosedur-prosedur untuk pengumpulan dan pelaporan data akuntansi yang paling sesuai dengan kebutuhan suatu perusahaan.

3.9. Sistem Informasi Akuntansi (Accounting Information System)

Dimaksudkan kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan / modal yang diatur untuk mengenali data menjadi informasi.

“Amazing Co.&Ind” Total Production

December 7, 2011 on 4:01 pm | In Artikel | 8 Comments

47

” Amazing ” production here was only just five hundred units in 2004. And then for the next three years total units production increased dramatically to one thousand and five hundred units. However in 2008 decreased sharply by five hundred units. In the next two years the prodution want up two thousand and five hundred unit product.

Posted by : Reza Heriyogo                NIM (2011210962)

Azmi Fuad Al Kamil  NIM (2011210967)

School Bussiness & Bank “STIE PERBANAS” Surabaya - INDONESIA

ETIKET MENGGUNAKAN TOILET

December 7, 2011 on 11:32 am | In Etika | 1 Comment

Presentasi

soal dan jawaban bab 15

December 4, 2011 on 7:30 pm | In Soal dan jawaban | 1 Comment

1. Apa yang dimaksud dengan utilitas waktu

Jawab : Menambahkan nilai pada produk dengan cara membuat produk-produk tersebut tersedia saat dibutuhkan

2. Jelaskan yang dimaksud dengan distribusi koorporat

Jawab : Sebuah sistem distribusi yang seluruh organisasi dalam saluran distribusi dimiliki oleh satu perusahaan

3. Apa yang dimaksud dengan logistik kedalam

Jawab : Bidang logistik yang membawa bahan mentah, kemasan, barang dan jasa lainnya dan informasi dari pemasok toko

4. Apa saja tiga stategi distribusi yang digunakan para pemasar

jawab : Isentif, selektif, eksklusif

5. Apa yang dimaksud dengan telemarketing

jawab : Penjualan barang dan jasa melalui telepon

6. Jelaskan yang dimaksud dengan perantara pemasaran

jawab : Organisasi-organisasi yang membantu memindahkan barang dan jasa dari produsen ke pengguna bisnis danpengguna akhir

7. Apa yang dimaksud dengan pedagang grosir

jawab : Perusahaan-perusahaan independen yang mengambil alih kepemilikan atas barang-barang yang mereka distribusikan

8. Jelaskan yang dimaksud dengan disrtibusi intensif

jawab : Meletakkan produk di sebanyak mungkin retail, termasuk mesin penjaja

9. Jelaskan yang dimaksud dengan logistik berbalik

jawab : bidang logistik yang membawa barang-barang kembali ke pabrik karena ada cacat atau untuk mendaur ulang bahan-bahan

10. Apa saja jenis-jenis gudang

jawab : Gudang penyimpanan menyimpan produk untuk jangka waktu relatif lama gudang distribusi adalah fasilitas-fasilitas yang digunakan untuk mengumpulkan dan mendistribusikan kembali produk

Artikel Bab 15 : strategi distribusi produk

December 4, 2011 on 7:22 pm | In Artikel | 2 Comments

Strategi distribusi untuk produk baru harus dan wajib hukumnya dibedakan dengan strategi distribusi produk mapan atau produk yang sudah lama dikenal konsumen. Para marketing director atau marketing manager jarang meluangkan waktu dan pemikiran yang cukup guna merancang dan merumuskan strategi distribusi produk baru. Di lain pihak, distributor juga nyaris tidak pernah merancang apalagi menyusun strategi distribusi produk baru. Alasannya, hal itu sudah seyogianya dilakukan oleh prinsipal/produsen.

Alhasil, apabila mereka tidak menerima penjelasan strategi tersebut dari para prinsipal (marketing / product / brand manager), maka para distributor akan beranggapan bahwa cara yang sama, pola yang serupa seperti yang saat ini sudah diterapkan adalah strategi distribusi yang dipakai. Inilah yang menyebabkan kenapa hanya 1 dari 7 produk baru yang diluncurkan bisa menuai sukses. Sisanya (86%), gagal. Sebuah probabilitas resiko gagal yang amat tinggi! Perlu diketahui, strategi distribusi untuk produk baru harus dan hukumnya wajib untuk dibedakan dengan strategi distribusi produk mapan atau produk yang sudah lama dikenal konsumen. Sama seperti penanganan bayi atau balita yang dibedakan dengan penanganan ABG maupun seseorang yang sudah dewasa. Ini merupakan salah satu kesalahan fatal yang kerap dilakukan oleh para pemasar. Tak terkecuali mereka yang sudah berpengalaman.

Seperti dipahami, strategi distribusi sesungguhnya memiliki 8 komponen dasar yang meliputi Sistem Penjualan & Distribusi, Mitra Distributor, Selling In, Selling Through, Spreading, Coverage, Penetration dan Network.Dan, pada tahap yang paling awal, ‘tantangan’ yang dihadapi adalah pemilihan sistem penjualan dan distribusi. Misal, apakah memilih sistem langsung dimana minimal 70% dari semua penjualan dilakukan oleh sales force milik perusahaan / anak perusahaan/perusahaan afiliasi atau menggunakan sistem tidak langsung dengan catatan minimal 70% dari penjualan diperoleh dari distributor eksternal.

Di luar itu, masih ada sistem lain. Yaitu, hybrid alias kombinasi. Pada kombinasi ini, antara 30-70% dari sumber penjualan didapat dari perusahaan milik sendiri/terafliasi atau perusahaan distributor. Yang kedua, harus ditetapkan pula apakah produk baru tersebut akan dijual via distributor yang sudah menangani produk korporat saat ini atau justru memilih distributor lain.

Seperti disadari bersama, penetapan mitra distributor sendiri bisa berdasarkan 1 National Sole Distributor atau 8-33 Regional Distributor terbaik / propinsi ataupun 34-150 Area Distributor terbaik / 1-4 kabupaten. Pertimbangan lain bisa juga berupa eksklusif secara teritorial (namun mix dalam channel) atau eksklusif dalam channel (akan tetapi mix dalam areal) maupun eksklusif secara product items / channel dan area mix.

Ketiga adalah opsi antara strategi selling in dengan menggunakan Top Down Strategy (dari grosir besar hingga menetes sendiri ke pengecer kecil) atau Bottom Up Strategy (dari outlet arus bawah naik ke grosir kecil / semi grosir / star outlet / agen hingga ke grosir besar).Di samping itu, ketiga strategi Selling In tadi bisa juga berlandaskan Stand Alone (sendiri / mandiri 1 produk baru ) atau Product Add On (pendampingan / ditempelkan dengan produk yang sudah mapan di pasar) atau Promo Integrated (pendampingan / penambahan tidak saja kepada produk mapan, namun juga dari unsur promosi harga dan promosi dagang lainnya).

Selanjutnya, strategi Selling Through yang melihat endapan produk di outlet. Misal, berapa lama harus terjadi perputaran barang. Hal ini sangat tergantung kepada siklus kunjungan salesman. Contoh, jika diasumsikan siklus kunjungan salesman adalah 2 minggu 1x, maka dalam tempo 4 bulan setelah peluncuran produk baru, pelanggan sudah harus pesan ulang (repeat order) minimum 7x. Perhitungannya adalah minimal 55% x (jumlah minggu dalam 1 periode yang dipantau dibagi jumlah minggu dalam 1 siklus kunjungan dikurangi kunjungan efektif pertama) dengan perhitungan pembulatan terdekat. Itu berarti, 55% x 13 minggu/2 minggu per 1 siklus kunjungan – 1 ) = 55% x 6,5 – 1 = 55% x 5,5 = 3x repeat order dalam 4 bulan dengan asumsi siklus kunjungan 2 minggu 1x.

Artinya, apabila produk baru tersebut baru 1 atau 2x repeat order pembelian, itu berarti produk tersebut memiliki potensi gagal yang tinggi. Dan, periode pemantauan atas frequency order (bukan nilai Rp atau unit order) paling singkat dilakukan dalam 3 bulan dan paling lama dalam 12 bulan.Oleh karenanya, agar probabilitas keberhasilan produk baru meningkat maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan seksama. Pertama, menggunakan sistem distribusi dan penjualan hybrid/kombinasi.

Kedua, menggunakan multi distributor terbaik di tingkat propinsi (2-3 distributor 1 propinsi) yang eksklusif atau dibedakan dengan product items yang sudah ada di pasar saat ini, secara channel / trade atau product items.Selebihnya, selling in dengan strategi Bottom Up dengan Promotion Integrated (menggandeng produk lain, merchandising/POS, harga khusus dan promosi ke pedagang secara khusus).Terakhir, strategi sell through berdasarkan pendekatan Frequency Sales Order atau jumlah repeat order dalam 6 bulan secara konservatif – berarti, siklus kunjungan salesman tercepat 2 minggu 1x dan kunjungan terlama adalah 1 bulan 1x.

Bab 15 “Menddistribusikan produk dengan cepat”

December 4, 2011 on 7:19 pm | In Ulasan topik pengantar bisnis | 1 Comment

Distribusi adalah suatu proses penyampaian barang atau jasa dari produsen ke konsumen dan para pemakai, sewaktu dan dimana barang atau jasa tersebut diperlukan. Proses distribusi tersebut pada dasarnya menciptakan faedah (utility) waktu, tempat, dan pengalihan hak milik.
Dalam menciptakan ketiga faedah tersebut, terdapat dua aspek penting yang terlibat didalamnya, yaitu :
1. Lembaga yang berfungsi sebagai saluran distribusi (Channel of distribution/marketing channel).
2. Aktivitas yang menyalurkan arus fisik barang (Physical distribution).

A. Saluran Distribusi
Menurut Winardi (1989:299) yang dimaksud dengan saluran distribusi adalah sebagai berikut :
“ Saluran distribusi merupakan suatu kelompok perantara yang berhubungan erat satu sama lain dan yang menyalurkan produk-produk kepada pembeli. “

Sedangkan Philip Kotler (1997:140) mengemukakan bahwa :
“ Saluran distribusi adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung dan terlibat dalam proses untuk menjadikan suatu barang atau jasa siap untuk digunakan atau dikonsumsi “.

Saluran distribusi pada dasarnya merupakan perantara yang menjembatani antara produsen dan konsumen. Perantara tersebut dapat digolongkan kedalam dua golongan, yaitu ; Pedagang perantara dan Agen perantara. Perbedaannya terletak pada aspek pemilikan serta proses negoisasi dalam pemindahan produk yang disalurkan tersebut.
• Pedagang perantara
Pada dasarnya, pedagang perantara (merchant middleman) ini bertanggung jawab terhadap pemilikan semua barang yang dipasarkannya atau dengan kata lain pedagang mempunyai hak atas kepemilikan barang. Ada dua kelompok yang termasuk dalam pedagang perantara, yaitu ; pedagang besar dan pengecer. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa produsen juga dapat bertindak sekaligus sebagai pedagang, karena selain membuat barang juga memperdagangkannya.

• Agen perantara
Agen perantara (Agent middle man) ini tidak mempunyai hak milik atas semua barang yang mereka tangani. Mereka dapat digolongkan kedalam dua golongan, yaitu :

1. Agen Penunjang

  • Agen pembelian dan penjulan
  • Agen Pengangkutan
  • Agen Penyimpanan

2. Agen Pelengkap

  • Agen yang membantu dalam bidang finansial
  • Agen yang membantu dalam bidang keputusan
  • Agen yang dapat memberikan informasi
  • Agen khusus

Menurut Philip Kotler (1993:174) agar suatu kegiatan penyaluran barang dapat berjalan dengan baik (efektif dan efisien) maka para pemakai saluran pemasaran harus mampu melakukan sejumlah tugas penting, yaitu :
• Penelitian, yaitu melakukan pengumpulan informasi penting untuk perencanaan dan melancarkan pertukaran.
• Promosi, yaitu pengembangan dan penyebaran informasi yang persuasive mengenai penawaran.
• Kontak, yaitu melakukan pencarian dan menjalin hubungan dengan pembeli.
• Penyelarasan, yaitu mempertemukan penawaran yang sesuai dengan permintaan pembeli termasuk kegiatan seperti pengolahan, penilaian dan pengemasan.
• Negoisasi, yaitu melakukan usaha untuk mencapai persetujuan akhir mengenai harga dan lain-lain sehubungan dengan penawaran sehingga pemindahan   pemilikan atau penguasaan bias dilaksanakan.
• Disrtibusi fisik, yaitu penyediaan sarana transportasi dan penyimpanan barang.
• Pembiayaan, yaitu penyediaan permintaan dan pembiayaan dana untuk menutup biaya dari saluran pemasaran tersebut.
• Pengambilan resiko, yaitu melakukan perkiraan mengenai resiko sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran tersebut.
Kelima tugas pertama membantu pelaksanaan transaksi dan tiga yang terakhir membantu penyelesaian transaksi. Semua tugas diatas mempunyai tiga persamaan, yaitu menggunakan sumber daya yang langka, dilaksanakan dengan menggunakan keahlian yang khusus, dan bisa dialih-alihkan diantara penyalur. Apabila perusahaan/produsen menjalankan seluruh tugas diatas, maka biaya akan membengkak dan akibatnya harga akan menjadi lebih tinggi.
Ada beberapa alternatif saluran (tipe saluran) yang dapat dipakai. Biasanya alternatif saluran tersebut didasarkan pada golongan barang konsumsi dan barang industri.
• Barang konsumsi adalah barang-barang yang dibeli untuk dikonsumsikan. Pembeliannya didasarkan atas kebiasaan membeli dari konsumen. Jadi, pembelinya adalah pembeli/konsumen akhir, bukan pemakai industri karena barang –barang tersebut tidak diproses lagi, melainkan dipakai sendiri (Basu Swasta 1984:96).
• Barang industri adalah barang-barang yang dibeli untuk diproses lagi atau untuk kepentingan dalam industri. Jadi, pembeli barang industri ini adalah perusahaan, lembaga, atau organisasi, termasuk non laba (Basu Swasta, 1984:97)
Berdasarkan pengertian diatas, maka seperti halnya pupuk itu digolongkan kedalam golongan barang industri, sebab pupuk dibeli petani bukan untuk dikonsumsi tetapi untuk digunakan dalam produksi pertaniannya. Dibawah ini digambarkan beberapa tipe saluran untuk barang konsumsi dan barang industri.
a. Tipe saluran untuk barang konsumsi
 Saluran 1 : Produsen—————————————————–Konsumen
 Saluran 2 : Produsen ————————Pedagang eceran—Konsumen
 Saluran 3 : Produsen————–Grosir—Pedagang eceran–Konsumen
 Saluran 4 : Produsen-Agen—Grosir—Pedagang eceran—Konsumen
b. Tipe saluran untuk barang industri
 Saluran 1 : Produsen———————————————-Pemakai industri
 Saluran 2 : Produsen—————–Distributor industri—Pemakai industri
 Saluran 3 : Produsen—-Agen—-Distributor industri—Pemakai industri
 Saluran 4 : Produsen—-Agen———————————Pemakai industri
Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan didalam memilih saluran distribusi, faktor tersebut antara lain :
1. Jenis barang yang dipasarkan
2. Produsennya
3. Penyalur yang bersedia ikut mengambil bagian
4. Pasar sasaran

B. Distribusi Fisik
Distribusi fisik merupakan aspek penting kedua dalam rangka menjadikan suatu produk tersedia bagi konsumen dalam jumlah, waktu, dan tempat yang tepat. Dalam hubungan itu, Dewan Manajemen Distribusi Fisik Nasional Amerika Serikat mendefinisikan distribusi fisik sebagai berikut :
“ Suatu rangkaian aktivitas yang luas mengenai pemindahan barang jadi secara efisien dari akhir batas produksi kepara konsumen, serta didalam beberapa hal mencakup pemindahan bahan mentah dari suatu pembekal keawal batas produksi “.

Manajemen distribusi fisik hanyalah satu diantara istilah deskriptif yang digunakan untuk menggambarkan suatu pengendalian atas pemindahan barang seperti didefinisikan dimuka. Hal ini sering pula diistilahkan sebagai manajemen logistik atau logistik pemasaran. Namun demikian, apapun istilah yang digunakan konsep dasarnya adalah sama.
Secara terperinci, kegiatan yang ada dalam kegiatan distribusi fisik dapat dibagi kedalam lima macam (Basu Swasta, 1984: 220-229, diringkas) yaitu :
1. Penentuan lokasi persediaan dan sistem penyimpanannya
a. Penentuan lokasi penyediaannya
Kebijaksanaan terhadap lokasi persediaan didasarkan pada strategi yang diinginkan, apakah secara memusat (konsentrasi) ataukah menyebar (dispersi) dipasarnya. Jika perusahaan mengkonsentrasikan persediaannya, maka akan memudahkan dalam mengadakan pengawasan. Selain itu, juga akan meningkatkan efisiensi penyimpanan dan penanganan barangnya. Namun dari segi lain dapat terjadi bahwa beban pengangkutan akan meningkat dan pengantaran barang kebeberapa segmen pasar akan terlambat. Dan jika perusahan menyebarkan persediaannya kebeberapa lokasi, maka keadaannya akan berlainan, dan merupakan kebalikan dari konsentrasi.
b. Sistem penyimpanan persediaan
Penyimpanan erat kaitannya dengan pergudangan, biasanya perusahaan yang tidak mempunyai fasilitas penyimpan sendiri umumnya menyewa kepada lembaga atau perusahaan lain atau disebut gudang umum. Besarnya sewa yang harus dibayar ditentukan menurut besarnya ruangan yang digunakan.
2. Sistem penanganan barang
Sistem penanganan barang yang dapat digunakan antara lain : (1) paletisasi dan (2) pengemasan.
(1) Paletisasi
Dalam paletisasi, penanganan barang-barang baik itu berupa bahan baku maupun barang jadi dipakai suatu alat yang disebut palet. Dengan alat ini barang-barang dapat dipindahkan secara cepat. Penggunaannya akan lebih ekonomis apabila material yang ditangani jumlahnya besar.
(2) Pengemasan
Barang-barang yang ditangani ditempatkan dalam suatu kemasan atau peti kemas baik dari logam, kayu, ataupun bahan yang lain. Biasanya kemasan ini dibuat dalam ukuran-ukuran tertentu sehingga sangat mudah dalam pengangkutannya.
(3). Sistem pengawasan persediaan
Faktor penting yang lain dalam sistem distribusi fisik adalah mengadakan pengawasan secara efektif terhadap komposisi dan besarnya persediaan. Adapun tujuan dari pengawasan persediaan adalah meminimumkan jumlah persediaan yang diperlukan, dan meminimumkan fluktuasi dalam persediaan sambil melayani pesanan dari pembeli. Besarnya persediaan sangat ditentukan oleh keseimbangan kebutuhan pasar dengan faktor biaya. Sedangkan permintaan pasar dapat diukur dengan menggunakan analisis ramalan penjualan.
(4). Prosedur memproses pesanan
Kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk memproses pesanan antara lain : menyelenggarakan kegiatan kantor secara teratur, membuat barang dengan baik, serta menyampaikannya kepada pembeli. Jika perusahaan tidak sanggup atau tidak mampu melaksanakan pesanan, maka ia harus memberitahu kepada pembeli.
(5). Pemilihan metode pengangkutan
Dalam hal ini, rute dan rit pengangkutan merupakan faktor yang penting, dan mempunyai hubungan yang erat dengan pasar atau daerah penjualan, serta lokasi persediaannya. Selain itu fasilitas pengangkutan yang ada juga merupakan faktor penentu.

Soal dan jawaban bab 14

November 20, 2011 on 5:29 pm | In Soal dan jawaban | 1 Comment

1) Sebutkan faktor yang mempengaruhi penetapan harga ?

  • yang didasarkan pada factor seperti jumlah yang ditetapkan, kuantitas, promosi,dan pengiriman.

2) Apa itu harga ?

  • Harga merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam pemasaran suatu produk karena harga adalah satu dari empat bauran pemasaran / marketing mix (4P = product, price, place, promotion / produk, harga, distribusi, promosi). Harga adalah suatu nilai tukar dari produk barang maupun jasa yang dinyatakan dalam satuan moneter

3) Sebutkan tretegi Penentuan Harga Yang Mempengaruhi Psikologis Konsumen ?sebutkan 3 saja.

1. Prestige Pricing / Harga Prestis

2. Odd Pricing / Harga Ganjil

3. Multiple-Unit Pricing / Harga Rabat

4) Apa itu ? Prestige Pricing / Harga Prestis?

Strategi harga Prestige Price adalah menetapkan harga yang tinggi demi membentuk image kualitas produk yang tinggi yang umumnya dipakai untuk produk shopping dan specialty. Contoh : roll royce, rolex, guess, gianni versace, prada, vertu, dan lain sebagainya.

5)Apa itu Odd Pricing / Harga Ganjil

Strategi harga odd price adalah menetapkan harga yang ganjil atau sedikit di bawah harga yang telah ditentukan dengan tujuan secara psikologis pembeli akan mengira produk yang akan dibeli lebih murah. Contoh : Barang yang tadinya dihargai Rp. 100.000,- diubah menjadi Rp. 99.990,- di mana konsumen mungkin akan melihat 99.990 jauh lebih murah daripada Rp. 100.000,-.

6)Multiple-Unit Pricing / Harga Rabat

Strategi harga multiple unit price adalah memberikan potongan harga tertentu apabila konsumen membeli produk dalam jumlah yang banyak. Contoh : Jika harga sebuah sebungkus indomie goreng pedas adalah Rp. 1.500,- maka konsumen cukup membayar Rp. 1.ooo,- perbungkus jika membeli satu dus isi 40 bungkus indomie.

7)Price Lining / Harga Lini

Strategi harga lining pricing adalah memberikan cakupan harga yang berbeda pada lini produk yang beda. Contoh : bioskop grup 21 memberikan harga standar untuk konsumen bioskop jenis standard dan mengenakan harga yang lebih mahal pada konsumen bioskop 21 jenis premier.

8)  Leader Pricing / Pemimpin Harga

Strategi harga leader price adalah menetapkan harga lebih rendah daripada harga pasar / harga normal untuk meningkatkan omset penjualan / pembeli. Contoh : biasanya ritel jenis hipermarket memberikan promosi harga yang lebih murah daripada harga normal.

9) Apa itu Skiming price ?

menetapkan harga setinggi-tingginya dengan alasan permintaan bersifat in elastis pada waktu barang dipasarkan dan pasaran ditujukan kepada konsumen highclass. Selain untuk mengembalikan modal yang telah di investasikan dalam waktu singkat serta tidak dikhawatirkan masuknya pesaing baru.

10)Apa itu Penetrasi price ?

ini kebailkan dari skiming price aitu memasang harga yang rendah pada permulaan pemasaran kemudian dinaikan secara bertahap dengan alasan permintaan bersifat elastis, volume produksi yang tinggi sehingga biaya bisa ditekan dan ketakutan ada pesaing yang masuk dalam pasar kita.

Next Page »

Entries and comments feeds. Valid XHTML and CSS. ^Top^ Powered by WordPress with jd-nebula-3c theme design by John Doe.